Home

Antisipasi Kanker Serviks dengan Pap-Smear

Tuesday, January 27th, 2009 | Author: noni

Kanker leher rahim atau kanker serviks termasuk kanker nomor satu sebagai “pembunuh” perempuan sedangkan kanker jantung adalah “pembunuh” pertama untuk umum. Tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim berada di urutan pertama di urutan pertama dari 10 jenis kanker pada perempuan Indonesia pada periode 1994-1997. Meski demikian pada stadium dini sering tidak menunjukkan gejala atau tanda-tanda yang khas. Bahkan penderita masih dapat melakukan aktivitas harian seperti biasa.

Tanda umum yang nampak pada kasus kanker serviks ini adalah adanya keputihan yang makin lama makin berbau. Kemudian perdarahan sentuh (contact bleeding),serta perdarahan diantara 2 siklus menstruasi pada perempuan yang masih aktif mengalami menstruasi. Juga perdarahan vagina atau spotting pada perempuan pasca menopouse.

Selain itu tampak gejalanya pada perdarahan sangatĀ  lama,berat dan sering,terutama terjadi pada perempuan diatas 40 tahun. Seringkali gejala-gejala itu tidak terpikirkan. Tapi penyebab utama kanker serviks adalah virus human papilloma virus (HPV). Adapun faktor resikonya adalah :

  • karena aktivitas seksual pertama kali dilakukan sebelum berusia 18 tahun
  • sistem daya tahan menurun
  • pasangan seksual banyak
  • merokok
  • kebersihan buruk
  • banyak anak
  • infeksi GO,sifilis,HIV/AIDS atau chlamyda

Deteksi Dini

Dengan melihat fakta penyebab dan gejala yang terjadi,kanker leher rahim ini dapat dicegah dengan deteksi dini. Untuk mengurangi resiko,bagi golonganĀ  yang beresiko tinggi bisa dilakukan dengan memakai kondom ,tidak merokok dan juga setia pada pasangan tunggal. Selain tentu saja harus mengurangi aktivitas seks,menjaga kebersihan berperilaku hidup sehat dan vaksinasi anti HPV

Untuk deteksi dini,bisa dilakukan dengan pemeriksaan inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) atau melakukan pap-smear yang teratur.

Pap-smear merupakan uji skrining untuk menemukan perubahan keganasan atayu prekanker leher rahim sedini mungkin.

Pap-smear yang dilakukan secara teratur dapat membantu menemukan perubahan dini sel leher rahim sebelum menjad kanker. Perubahan dini (pre kanker) ini dapat diobati dengan mudah. Namun bila sudah menjadi kanker (ganas) pengobatannya menjadoi sukar.

Namun karena gejalanya sering tidak terdeteksi,umumnya penderita datang ke dokter dan diketahui menderita kanker sudah dalam stadium lanjut.

Pertambahan Umur

Siapakah yang harus mengikuti pap-smear?

  • perempuan yang sudah berumur 30 tahun dan sudah melakukan hubungan seks,wajib melakukan pap-smear. Tetapi pap-smear tetap harus dilakukan sekalipun perempuan itu sudah tidak aktif lagi melakukan hubungan seks termasuk yang sudah menopause. Ini mengingat resiko kanker leher rahim meningkat sesuai pertambahan umur.
  • pap-smear juga harus dilakukan perempuan yang menjalani pengangkatan rahim sebagian atau yang leher rahimnya masih utuh. Yang baik pap-smear dilakukan teratur setiap 1-2 tahun.

Pap-smear ini dilakukan dalam waktu beberapa menit dan pelaksanaanya tidak memerlukan obat-obatan atau pembiusan. Caranya,petugas hanya akan mengambil sel selaput leher rahim kemudian dikirim ke lab patologi. Dan upaya menjaga kesehatan reproduksi perempuan ini dapat dilakukan di rumah sakit,puskesmas,rumah bersalin,tempat praktek dokter,spesialis,bidan,maupun dokter umum yang sudah terlatih.

Dan bagi anda yang peduli dengan pencegahan dan bagaimana membunuh kanker yang sudah terlanjur tumbuh dalam tubuh, tahitian noni telah membuktikan untuk banyak kasus mampu menjadi lawan yang tangguh untuk memusnahkan kanker.

Zat anti kanker yang terkandung dalam buah noni,dan di ramu menjadi jus tahitian noni yang sangat mujarab untuk menangkal pertunbuhan sel ganas kanker yang menjadi penyakit pembunuh yang menakutkan. Silahkan hubungi kontak kami untuk informasi dan konsultasi lebih lanjut


Topic Yang Berhubungan :

Trackback: Trackback-URL | Comments Feed: RSS 2.0
Category: Noni untuk kanker

You can leave a response.

Leave a Reply