Asam Cuka Untuk Deteksi Kanker Serviks
Sunday, December 07th, 2008 | Author: noni
Kanker serviks merupakan gejala kanker yang paling sering menyerang kaum perempuan. Bahkan di Indonesia menjadi pembunuh perempuan nomor satu. Setiap harinya ditemukan 40-45 penderita.Hampir 55% perempuan pengidap kanker serviks meninggal dunia. Namun bila diketahui sejak dini,bisa diobati bahkan bisa sembuh.
Untuk mencegah kanker,selain dengan pap smear juga vaksinasi. Namun vaksinasi ini cukup mahal. Padahal minimal harus 3 kali suntik. Vaksin HPV ini bisa diberikan kepada remaja putri sejak usia 16 tahun. Yang terpenting bukan dari segi umur tapi secepatnya sebelum melakukan hubungan seksual.
Pap smear yang selama ini sering dilakukan sebenarnya kurang praktis karena harus membutuhkan pemeriksaan laboratorium kompleks sehingga butuh ahli patologi. Hasilnya pun cukup lama 1-2 minggu. Bagi masyarakat yang tinggal di pelosok sulit untuk dijangkau.
Ada juga laternatif selain pap smear yakni HPV DNA test,cervicography dan Inspeksi Visual Asam Asetat 3-5 % (IVA). Dari ketiga alternatif tersebut yang paling mudah,praktis dan murah adalah metode IVA. Metode IVA dirancang untuk masyarakat yang jauh dari jangkauan fasilitas kesehatan.
Cara mendeteksi serviks dengan IVA yakni dengan mengoleskan asam asetat atau asam cuka pada leher rahim. Dalam waktu sekitar 10 menit bisa diketahui hasilnya dari bercak putik yang dihasilkan lesi pra kanker. dengan begitu metode ini bisa dilakukan di puskesmas biasa oleh tenaga kesehatan yang sudah diberi penyuluhan.
Siapa saja yang rentan terserang kanker serviks? setiap perempuan beresiko.
- Perempuan yang mulai berhubungan pada usia dibawah 20 tahun serta sering berganti pasangan (multiple) akan beresiko tinggi terkena infeksi virus HPV.
- Perempuan yang sudah terpapar Penyakit Menular Seksual (PMS),ada riwayat keturunan yakni ibu atau saudara perempuan pengidap
- Perempuan perokok
Seperti kanker lainnya,kanker ini juga ditandai pertumbuhan sel-sel yang tidak normal pada leher rahim (serviks). Sebanyak 90% penderita kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini merupakan keluarga virus yang menyebabkan kutil. Jika serviks terinfeksi HPV akan berubah menjadi Cervical Intraephithelial Neoplasia (CIN) atau terjadi perubahan dalam sel serviks.
Sangat penting untuk mengetahui gejala penyakit kanker serviks karena perempuan rentan terserang. Gejala yang tampak adalah terjadinya pendarahan saat berhubungan serta terjadinya keputihan bercampur darah dan bau. Penting bagi seorang perempuan untuk membedakan mana darah haid dan mana darah karena pendarahan. Karena banyak yang beranggapan darah yang keluar dari vagina adalah haid.
salah alternatif pengobatan yang bisa di lakukan untuk menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker serviks adalah mengkonsumsi Jus Tahitian Noni. Kandungan zat dalam tahitian noni terbukti telah mampu memutus siklus pertumbuhan sel-sel kanker dan melakukan regenerasi sel-sel yang sehat.
Mulailah konsumsi Jus Tahitian Noni,sebagai perisai dan obat alami dalam mengatasi kanker !!


Monday, 31. January 2011
bagaimana cara menggunakan cuka untuk mendeteksi kanker leher rahim tolong di jelaskan secara mendetail,mksh sebelumnya.