Home

Deteksi Dini Dengan Mammografi 2

Friday, April 22nd, 2011 | Author: noni

Di Indonesia,wanita usia 35-39 tahun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan dasar mammografi setahun sekali. Sedangkan wanita usia 40-49 tahun dianjurkan setiap 1-2 tahun dan bagi wanita usia 50 tahun keatas,sebaiknya periksa setahun sekali,meski tidak ada keluhan. Saat ini mammography sering dimasukkan sebagai bagian dari paket Medical Check Up untuk wanita.
Gejala-gejala kanker payudara meliputi :

  1. Adanya benjolan di payudara
  2. Keluar cairan yang tidak normal dari puting susu,cairan dapat berupa nanah,darah,cairan encer atau keluar air susu pada ibu yang tidak hamil atau tidak menyusui.
  3. Perubahan bentuk dan besarnya payudara.
  4. Kulit,puting susu dan areola melekuk ke dalam atau berkerut.

Prosentase paling banyak terserang kanker payudara yakni daerah samping atas payudara.Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan secara rutin yakni :

  1. Pemeriksaan payudara sendiri (Sadari), Setiap wanita dianjurkan melakukan sadari secara teratur sebulan sekali setelah selesai haid,dan bagi yang telah menopouse hendaknya dilakukan pada tanggal yang mudah diingat setiap bulannya.
  2. Pemeriksaan payudara oleh tenaga medis (Dokter/bidan),Dengan pemeriksaan yang seksama sering dapat diduga suatu benjolan di payudara merupakan tumor jinak atau ganas
  3. Pemeriksaan USG Mammae,Bila secara klinis dicurigai ada tumor dan pada mammografi tidak ditemukan apa-apa,maka pemeriksaan harus dilanjutkan dengan biopsi atau dikombinasi dengan pemeriksaan USG mammae sehingga diagnosis tidak terlewatkan
  4. pemeriksaan Tumor marker Ca 15-3 ,Tumor marker adalah suatu substansi yang dapat ditemukan dalam tubuh karena adanya kanker,biasanya ditemukan dalam darah atau urine yang diproduksi oleh sel kanker atau tubuh sebagai response terhadap adanya kanker atau kondisi lain. Ca 15-3 merupakan pertanda tumor,selain untuk monitoring terapi kanker payudara,peningkatan Ca 15-3  darah dijumpai pada kurang dari 10% kasus pada stadium awal kanker payudara dan sekitar 70% pasien dengan stadium lanjut. Kadar normal biasanya kurang dari 25U/mL,meskipun kadang dijumpai sampai 100U/mL.

Pada wanita yang mempunyai resiko tinggi harus lebih waspada terhadap munculnya Ca Mammae (kanker payudara). Mereka beresiko tinggi yakni yang memiliki keluarga penderita kanker payudara,memiliki siklus haid yang panjang (mestruasi di usia muda tapi menopousenya lambat),tidak pernah hamil,hamil pertama diatas usia 35 tahun,pernah menderita kanker endometrial atau kanker ovarium,mendapat radiasi untuk pengobatan keloid,pernah menjalani terapi hormon jangka waktu cukup lama. Dengan deteksi dan diagnosa dini serta penanganan segera ,maka kanker payudara bukan lagi suatu vonis kematian.
Jus tahitian noni telah terbukti menjadi salah satu alternatif penyembuhan kanker payudara yang tidak menimbulkan efek samping karena jus tahitian noni ini 100% berasal dari produk alami (herbal). Khasiat noni yang memiliki kemampuan untuk membunuh jaringan kanker dan memutusa suplai nutrisi untuk jaringan kanker sehingga akan mati dan tidak berkembang,menjadikan noni sanggup membasmi sel-sel kanker yang tumbuh pada jaringan payudara. Demikian juga khasiatnya untuk melakukan regenerasi sel-sel agar pulih seperti sedia kala,menjadikan noni pilihan yang tepat bagi wanita untuk mengobati kanker payudara.

Tags »

Topic Yang Berhubungan :

Trackback: Trackback-URL | Comments Feed: RSS 2.0
Category: Noni untuk kanker

You can leave a response.

Leave a Reply