Deteksi Dini Kanker Dengan Tumor Marker (2)
Monday, April 13th, 2009 | Author: noni
Beberapa wanita yang sudah mendapatkan terapi untuk tumor payudara selama bertahun-tahun harus melakukan pemeriksaan kadar Ca 15-3. Hal ini kadang dapat mendeteksi berulangnya kanker sebelum muncul gejala klinis atau terbukti dari pemeriksaan MRI. Hal yang sama pada carcinoembryonic antigen (CEA),untuk memonitor kanker colorectal.
Ada sejumlah penanda tumor spesifik,antara lain :
- Alpha-fetoprotein (AFP). Sangat berguna untuk mengetahui respons terapi pada kanker hati (karsinoma hepatoseluler).Kadar normal AFP biasanya kurang dari 20 ng/mL. Kadar AFP meningkat bersama membesarnya tumor. Pada kebanyakan pasien dengan kanker hati,kadar AFP meningkat lebih dari 500 ng/mL. AFP meningkat pula pada hepatitis akut dan kronis,tapi jarang lebih dari 100 ng/mL. AFP juga meningkat pada kanker testis tertentu (jenis sel embryonal dan endodermal sinus) dan digunakan untuk follow up kanker tersebut. Peningkatan kadar AFP juga pada kanker ovarium jenis tertentu yang jarang dan kanker testis yang disebut yolk sac tumor atau mixed germ cell cancer.
- Beta-2-microglobulin (B2M) Kadar B2M akan meningkat pada multiple myeloma,chronic lymphocytic leukemia (CLL) dan beberapa limfoma. Kadar normal kurang dari 2,5 ug/mL. Pasien dengan kadar B2M tinggi menunjukkan prognosis jelek .
- CA 15-3 Terutama untuk memonitor kanker payudara. Peningkatan kadar Ca 15-3 darah dijumpai pada kurang dari 10% pasien dengan stadium awal dan sekitar 70% pasien dengan stadium lanjut. Kadar biasanya turun seiring keberhasilan terapi. Kadar normal biasanya kurang dari 25U/mL,tapi kadar sampai 100 U/mL kadang dijumpai pada wanita sehat tanpa kanker.
- CA 125 Merupakan penanda tumor standar untuk monitoring selama/setelah terapi kanker epitel ovarium.Kadar normal biasanya kurang dari 30-35 U/mL. Lebih dari 90% wanita dengan kanker stadium lanjut memiliki kadar CA 125 tinggi.
- CA 72-4 Suatu penanda tumor baru yang masih dalam penelitian untuk tumor ovarium,pankreas,dan saluran cerna.
- CA 19-9 Walaupun pada awalnya dikembangkan untuk deteksi kanker colorectal,tapi ternyata lebih sensitif terhadap kanker pankreas. Kadar normal kurang dari 37 U/mL,kadar yang tinggi pada wal diagnosis menunjukkan stadium lanjut dari kanker. Calcitonin adalah hormon yang diproduksi sel tertentu (parafollicular C cells) pada glandula tyroi,yang secara normal membantu regulasi kadar kalsium darah. Kanker pada parafollicular C cells yang disebut medullary thyroid carcinoma (MTC) menyebabkan peningkatan kadar hormon calcitonin dalam darah.
- Carcinoembryonic antigen (CEA) Penanda tumor untuk monitoring pasien dengan kanker colorectal selama atau setelah terapi,tetapi tidak bisa dipakai untuk skrining atau diagnosis. Kadar normalnya sangat bervariasi antar laboratorium,tapi kadar lebih dari 5 ng/mL dikatakan abnormal.
- Human chorionic gonadotropin (HCG). Juga dikenal sebagai beta HCG. Kadarnya meningkat pada pasien dengan beberapa jenis kanker dan penyakit gestational trophoblastic,terutama choriocarcinoma.
- Neuron-specific enolase (NSE) Seperti chromogranin A,merupakan penanda untuk tumor neuroendocrine seperti small cell lung cancer,neuroblastoma,dan tumor karsinoid. Tidak digunakan untuk skrining tapi terutama sangat berguna untuk follow up pasien dengan small cell lung cancer atau neuroblastoma. Kadar abnormal NSE lebih dari 9ug/mL.
- Prostate specific antigen (PSA) adalah penanda tumor untuk kanker prostate,satu-satunya marker untuk skrining kanker jenis umum. Suatu protein yang dibuat sel glandula prostate pada laki-laki,yang berfungsi membuat cairan semen. Kadar PSA meningkat pada kanker prostate. Pasien dengan benign prostate hyperplasia (BPH,kadang menunjukkan peningkatan kadar PSA. Kadar PSA bukan kanker kurang dari 4ng/ML,kadar lebih dari 10 ng/mL diindikasikan kanke,sedang kadar antara 4-10 ng/mL merupakan daerah abu-abu (grey zone) dan biasanya dokter melakukan biopsi.
Dengan deteksi sedini mungkin terhadap kanker yang mungkin tumbuh dalam tubuh,kita juga akan bisa melakukan terai sedini mungkin terhadap sel kanker agar bisa musnah dan tidak akan berkembang dan menyebar. Jus tahitian noni,yang merupakan produk alami dari saripati buah noni/mengkudu tahiti yang dicampu dengan buah blueberry adalah pilihan yang aman,tepat dan terbukti mampu membunuh dan menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker yang mematikan. Dengan mengkonsumsi sedikitnya 30ml/hari maka jus noni ini akan bisa menjadi terapi anti kanker yang manjur untuk penderita kanker terutama stadium awal. silahkan anda lakukan pemesanan jus tahitian noni ini bila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya tumor di tubuh anda,atau sebagai terapi untuk berbagai penyakit lain seperti diabetes,stroke,saraf terjepit dan lain-lain. Kandungan enzym dalam buah mengkudu telah terbukti secara klinis mampu menyembuhkan berbagai penyakit yang menjadi momok masyarakat. Jagalah kesehatan anda dengan bahan alami,jus tahitian noni,solusi dari alam untuk kita!!

