Gejala Dan Penyebab Kanker THT Nasofaring
Monday, May 04th, 2009 | Author: noni

Kanker telinga,hidung dan tenggorok (THT) nasofaring merupakan keganasan yang menduduki peringkat terbanyak di bidang kesehatan THT. Pilihan pengobatan untuk kanker THT nasofaring dengan radiasi,tetapi akan memberikan hasil yang lebih baik jika diberikan kombinasi radiasi dan kemoterapi. Kanker THT nasofaring,menempati urutan ke empat dari seluruh keganasan setelah kanker rahim,payudara,dan kulit.
Gejala awal kanker THT nasofaring biasanya telnga berdenging,rasanya tidak nyaman,dan gangguan pendengaran satu sisi,serta ada pendarahan ringan melalui hidung. Pada stadium lanjut,kanker THT nasofaring,ada penyebaran sel-sel tumor ganas yang ditandai pembesaran atau benjolan padat pada leher.
Penyebab utama kanker THT nasofaring yakni infeksi virus Eipstein Barr. Namun ada faktor lain yang bisa mempengaruhi atau memicu kanker THT nasofaring. Yaitu faktor lingkungan seperti iritasi bahan kimia,kebiasaan memasak dengan asap,dan sering mengonsumsi ikan asin yang diawetkan dengan nitrosamine dalam jangka panjang.
Mereka yang ada di lingkungan tempat kerja sering terpapar gas dan bahan kimia industri,peleburan besi,dan serbuk kayu juga beresiko terserang penyakit ganas kanker THT nasofaring ini. Demikian pula mereka yang sering terpapar dupa atau kemenyan dalam jangka panjang,rentan terkena karsinoma THT nasofaring.
Sejauh ini terapi radiasi masih merupakan pilihan pengobatan untuk kanker THT nasofaring yang disertai kemoterapi,baik secara terpisah maupun kombinasi. Terapi ini biasanya menimbulkan efek samping diantaranya mulut terasa kering,mual,demam,infeksi,jamuran pada mulut, dan sariawan.
Penderita kanker ini biasanya berusia 25-60 tahun dengan gejala umum yang tidak terdeteksi karena mirip penyakit THT biasa. Kanker THT nasofaring jika ditemukan lebih dini,dengan mudah dapat disembuhkan karena lebih sensitif terhadap penyinaran dan kemoterapi.
Pasien dinyatakan sembuh,jika si penderita dapat bertahan (survive) selama 5 tahun. Namun kelangsungan untuk sembuh pun ditentukan melalui cara pengobatan yang tepat,yakni melalui 30 kali penyinaran setiap hari,kemoterapi 6 kali dalam 1,5 bulan dan tindakan operasi.
Langkah yang preventif yang tepat maupun pengobatan yang akurat secara alami juga bisa dilakukan dengan mengkonsumsi jus tahitian noni,dengan dosis 30 mL perhari. Kandungan bahan-bahan dalam noni ini akan mampu membunuh dan memutus jaringan suplai nutrisi yang menuju ke sel-sel kanker yang mematikan. Konsumsi yang rutin sejak dini,akan dapat menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker dan meregenerasi sel-sel yang rusak akibat keganasan sel-sel kanker ini. Segera konsumsi jus tahitian noni untuk melawan keganasan sel-sel kanker yang mematikan. Untuk info lebih lanjut dan order,silahkan klik disini !

