Home

Kanker Serviks,’The Silent Killer’

Monday, May 10th, 2010 | Author: noni

Kanker serviks terjadi di bagian organ reproduksi wanita. Leher rahim atau serviks adalah bagian rahim paling depan di dalam vagina. Di bagian inilah terdapat perbatasan tempat terjadinya perubahan sel, dari sel yang berbentuk kolumner menjadi sel yang berbentuk squamocolumnar junction. Daerah tersebut menjadi tempat terjadi dan tumbuhnya kanker serviks.

Apa penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim tersebut? Bagaimana cara pencegahannya? Serta bagaimana cara mengatasinya jika sudah terinfeksi HPV?

Lebih dari 95% kanker serviks berkaitan erat dengan infeksi Human Papiloma Virus (HPV) yang dapat ditularkan melalui aktivitas seksual. Hanya beberapa saja dari ratusan jenis virus HPV yang dapat menyebabkan kanker ,yaitu tipe 16 dan 18 yang diperkirakan menjadi penyebab 70% kasus kanker serviks diĀ  Asia. Kanker serviksĀ  atau kanker leher rahim dapat terjadi jika kejadian infeksi tidak sembuh-sembuh untuk waktu lam. Sebaliknya,kebanyakan infeksi HPV akan hilang sendiri teratasi oleh sistem kekebalan tubuh.

Penyebab dan gejala

Kanker serviks menyerang daerah leher rahim atau serviks yang disebabkan infeksi virus HPV yang tidak sembuh dalamn waktu lama. Jika kekebalan tubuh berkurang,maka infeksi HPV akan mengganas dan bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks. Gejalanya tidak terlalu kelihatan pada stadium dini,itulah sebabnya kanker serviks yang dimulai dari inveksi HPV dianggap sebagai The Silent Killer atau pembunuh diam-diam.

Pada tahap awal,kanker serviks tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Gejala fisik kanker serviks pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita pada stadium lanjut,yaitu munculnya rasa sakit dan pendarahan saat berhubungan seksual (contact bleeding),keputihan yang berlebihan dan tidak normal,perdarahan di luar siklus menstruasi,serta penurunan berat badan drastis,hambatan dalam berkemih,serta pembesaran ginjal.
Adanya cairan kekuningan yang berbau di area genital juga bisa menjadi petunjuk infeksi HPV. Virus ini dapat menular dari seorang penderita kepada orang lain dan menginfeksi orang tersebut melalui hubungan seksual. Gaya hidup yang tidak sehat dapat menjadi penunjang terjadinya infeksi karena rusaknya sistem imunitas tubuh. Kebiasaan merokok,kurang mengkonsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat dapat mengakibatkan infeksi mudah terjadi. Sebaliknya,konsumsi makanan sehat dan bergizi akan membuat daya tahan tubuh meningkat dan dapat mengatasi infeksi virus HPV.
Resiko terjadinya kanker serviks diakibatkan oleh hubungan seksual pada usia sangat dini,sering berganti pasangan seks,berhubungan seks dengan pria yang suka berganti pasangan,sering menderita infeksi pada organ reproduksi atau memiliki keluarga dengan riwayat penyakit kanker.
Seringkali,pria tidak menunjukkan gejala terinfeksi HPV,sehingga secara tidak sadar akan menularkan infeksi kepada pasangannya. Seorang pria yang melakukan hubungan seks dengan seorang wanita yang menderita kanker serviks atau terinfeksi virus HPV,akan menjadi media pembawa virus ini. Selanjutnya,saat pria ini melakukan hubungan seks dengan istrinya,virus tadi dapat berpindah ke istrinya dan menginfeksinya.

Deteksi
cara mudah mendeteki seorang wanita terinfeksi HPV dengan pemeriksaan sitologi serviks. Pemeriksaan ini populer dengan nama Pap Smear atau Papanicolau Smear atau Pap’s Test yang diambil dari nama dokter Yunani yang menemukan metode lainnya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV dan kanker serviks.
IVA atau Inspeksi Visual dengan asam asetat merupakan metode pemeriksaan dengan mengoles leher rahim menggunakan asam asetat 3-5% (asam cuka). Kemudian diamati apakah ada kelainan berupa area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna,maka dikatakan IVA negatif atau tidak ada kelainan. Bila terdapat perubahan warna,maka dikatakan IVA positif yang harus ditindaklanjuti dengan kolposkopi . Pemeriksaan seperti ini bisa dilakukan di Puskesmas,rumah sakit,atau klinik dengan harga terjangkau dan tidak perlu menunggu lama hasil pemeriksaan. Pemeriksaan IVA sebagai deteksi dini bukan terapi.
Metode tes Pap Smear yang umum yaitu dokter/bidan/perawat menggunakan spatula atau cytobrush untuk mengambil sampel sel-sel rahim. Kemudian sel-sel tersebut akan dianalisa di laboratorium. Tes itu dapat menyingkap apakah ada infeksi,radang,atau sel-sel abnormal. Hasil analisis di seluruh dunia tes pap smear dilakukan secara teratur telah menurunkan jumlah kematian akibat kanker serviks.
Jika pada pemeriksaan IVA atau pap Smear ini menunjukkan hasil yang abnormal,maka prosedur kolposkopi akan dilakukan menggunakan alat yang dilengkapi lensa pembesar dan cahaya untuk mengamati bagian yang abnormal. Pada bagian yang abnormal tersebut dapat dilakukan pengambilan jaringan untuk pemeriksaan lebih lanjut (biopsi) sekaligus dilakukan terapi bila diperlukan.
Pengobatan
Jika sel-sel rahim terinfeksi HPV,maka akan terjadi perubahan perubahan sel dari yang ringan sampai yang berat. Perubahan sel kearah kanker ini disebut lesi prakanker. Jika terinfeksi virus HPV atau terdiagnosis menderita lesi prakanker,jangan cemas. Karena saat ini tersedia berbagai cara pengobatan yang dapat menyembuhkannya. Beberapa pengobatan bertujuan mematikan sel-sel abnormal dengan cara menyingkirkan bagian yang rusak atau terinfeksi dengan pembedahan listrik,laser atau cryosurgery (mematikan jaringan abnormal dengan pembekuan).
Lesi parkanker jika tidak diobati akan berkembang menjadi kanker invasif. Perkembangan kanker dinilai dengan stadium,dimulai dari stadium awal(stadium I dan II) dan stadium lanjut III dan IV. Jika kanker serviks diketahui masih stadium awal,maka dapat diterapi dengan operasi histerektomi radikal yang dilanjutkan dengan kemoterapi dan radiasi. Namun jika diketahui sudah stadium lanjut,maka terapinya hanya dengan kemoterapi dan radiasi saja dengan dengan angka kesembuhan lebih rendah. Tindakan operasi bertujuan untuk membuang sel-sel kanker serviks yang sudah berkembang pada tubuh sebanyak mungkin sehingga lebih efektif saat dilakukan kemoterapi dan radiasi.
Mencegah pasti lebih baik dari mengobati. Salah satu langkah pencegahan serta juga pengobatan dari infeksi HPV ini adalah dengan mengkonsumsi jus tahitian noni. Jus ini memiliki kandungan unsur-unsur yang ampuh untuk mematikan jaringan sel-sel kanker sehingga tidak bisa berkembang. Kandungan jus noni,mampu mematikan jaringan sel kanker yang sedang tumbuh,kemudian melakukan regenerasi jaringan yang mengalami kerusakan. Telah banyak wanita yang tertolong dari ganasnya bahaya kanker serviks ini dengan mengkonsumsi secara rutin jus tahitian noni ini kurang lebih 30 ml per hari atau sesuai tingkat penyakit yang telah dikonsultasikan dengan dokter ahli noni.
Anda ingin membuktikan khasiatnya? Silahkan segera lakukan pemesanan disini

Tags » «

Topic Yang Berhubungan :

Trackback: Trackback-URL | Comments Feed: RSS 2.0
Category: MANFAAT TAHITIAN NONI, Noni untuk kanker

You can leave a response.

Leave a Reply