Kenali Faktor Resiko Dan Pencetus Stroke
Wednesday, April 15th, 2009 | Author: noni
Stroke merupakan penyakit pembuluh darah otak yang ditandai dengan kematian jaringan otak. Kondisi tersebut terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan stroke sebagai gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan penyakit pembuluh darah otak.
Untuk mencegah sejak dini serangan stroke,yakni dengan mengenali faktor pencetus dan resikonya. Sedang penyakit atau keadaan yang bisa menjadi sebab dan memperparah stroke sering disebut faktor resiko stroke,misalnya hipertensi,penyakit jantung,dan diabetes melitus.
Sebagian besar kasus serangan stroke yang terjadi secara mendadak,sangat cepat dan menyebabkan kerusakan otak dalam beberapa menit. Kemudian stroke menjadi bertambah buruk akibat bertambah luasnya jaringan otak yang mati.
Karena itu,jalan terbaik adalah dengan mencegah sejak dini agar terhindar dari serangan stroke. Caranya dengan mengenali dan menghindari sejak dini faktor pencetus maupun resiko str0ke. Yang tak kalah penting selalu membiasakan pola hidup sehat dan bersih,serta melakukan olahraga teratur. Apalagi perkembangan penyakit stroke biasanya (tetapi tidak selalu) diselingi dengan periode stabil.
Gejala stroke yang muncul pun tergantung dari bagian otak mana yang terkena. Dulu penyakit stroke hanya menyerang kaum lanjut usia (lansia). Seiring berjalannya waktu,kini ada kecenderungan stroke mengancam usia produktif.
Yang perlu dipahami seputar ancaman stroke antara lain mengenali jenis-jenis stroke,mengetahui faktro resiko stroke,membaca gejala-gejala stroke,diagnosis stroke, dan cara penanganannya. Keseimbangan tubuh perlu dijaga,karena tidak dapat dipungkiri peningkatan jumlah penderita stroke identik dengan wabah kegemukan akibat pola makan kaya lemak dan kolesterol.
Stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu :
- stroke iskemik : aliran darah ke otak terhenti karena penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah ke otak.
- stroke hemorragik : pembuluh darah pecah,sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya.
Stroke juga bisa terjadi bila suatu peradangan atau infeksi menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menuju ke otak. Obat-obatan (misalnya kokain dan amfetamin) juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan stroke. Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak,yang biasanya menyebabkan seseorang pingsan.
Sedangkan untuk membaca isyarat stroke dapat dilakukan dengan mengamati gejala-gejala stroke seperti kelemahan dan kelumpuhan lengan/tungkai atau salah satu sisi tubuh,hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran,penglihatan atau pendengaran,penglihatan ganda, bicara tidak jelas, sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat,tidak mampu mengenali bagian dari tubuh hingga ketidakseimbangan tubuh.
Deteksi ini bisa dilakukan dengan CTscan sebagai pendeteksi imaging yang paling mudah,cepat dan relatif murah untuk kasus stroke . Namun dalam beberapa hal,CT Scan kurang sensitif dibanding MRI. Misalnya pada kasus stroke hiperakut. Untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan pemeriksaan CT Scan atau MRI. Kedua pemeriksaan tersebut bisa membantu menentukan penyebab stroke,apakah perdarahan atau tumor otak.
Dikatakan,penyakit stroke biasanya tidak berdiri sendiri,sehingga bila ada kelainan fisiologis yang menyertai harus diobati,misalnya gagal jantung,irama jantung yang tidak teratur,tekanan darah tinggi dan infeksi paru-paru. Karena itu,lebih baik jika mengalami serangan stroke segera dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah penyebabnya bekuan darah atau perdarahan yang tidak bisa diatasi dengan obat penghancur bekuan darah.
Namun sayangnya,sebagian besar penderita stroke baru datang ke rumah sakit 48 - 72 jam setelah terjadinya serangan. Bila demikian,tindakan yang perlu dilakukan adalah pemulihan. Tindakan pemulihan ini penting untuk mengurangi komplikasi akibat stroke dan berupaya mengembalikan keadaan penderita kembali normal seperti sebelum serangan stroke.
Upaya memulihkan kondisi kesehatan penderita stroke sebaiknya dilakukan secepat mungkin,idealnya dimulai 4-5 hari setelah kondisi pasien stabil. Tiap pasien membutuhkan penanganan yang berbeda-beda,tergantung kebutuhan pasien. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 6-12 bulan.
Dengan deteksi dini terhadap resiko serangan stroke,maka akan lebih mudah melakukan tindakan pencegahan untuk menghindari atau melakukan treatmen terhadap pencetus serangan stroke. Salah satu tindakan yang jitu untuk pencegahan maupun pengobatan terhadap serangan stroke adalah mengkonsumsi jus tahitian noni.
Sebagaimana telah banyak ditulis,bahan alami dari alam berupa jus sari buah mengkudu (noni) yang berasal dari kepulauan tahiti ini telah terbukti secara medis mampu membuka bekuan dalam pembuluh darah,menetralisir kadar kolesterol,maupun gula darah yang terlalu tinggi agar menjadi seimbang. Dengan khasiat jus noni yang sangat lengkap dalam menjaga stabilnya kondisi darah dan aliran pada pembuluh darah,maka akan bisa menghindarkan kita dari serangan stroke yang berbahaya. Konsumsi jus noni sekitar 30 ml perhari akan bisa menjaga anda dari bahaya serangan stroke. Dan menikmati hidup lebih aman dan sehat. Dan jangan lupa hindari gaya hidup yang tidak sehat,berolah raga secara teratur dan tentu saja pola makan yang seimbang dan sehat.

