Home

Mammografi, Efektif Mendeteksi Kanker Payudara

Monday, March 23rd, 2009 | Author: noni

Salah satu jenis kanker yang paling banyak diderita wanita adalah kanker payudara. Kanker payudara menduduki posisi kedua terbanyak sebagai penyebab kanker di Indonesia setelah kanker leher rahim.

Siapa saja yang termasuk beresiko tinggi terkena kanker payudara? Menurut berbagai studi dan penelitian,ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada seseorang,antara lain usia,riwayat pernah terkena kanker payudara sebelumnya,faktor keturunan,dimana terdapat anggota keluarga (ibu,saudara perempuan,atau anak perempuan) yang menderita kanker payudara pada usia kurang dari 40 tahun.
Faktor hormonal seperti menstruasi pertama terlalu cepat (sebelum usia 12 tahun) dan menopause setelah usia 55 tahun,upaya menunda kehamilan atau kehamilan pertama terjadi diatas usia 30 tahun,atau tidak pernah menyusui juga bisa meningkatkan resiko. Gaya hidup yang tidak sehat,misalnya sering mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jahat atau kurang berolahraga,juga dapat memperbesar resiko terserang kanker payudara. Kegemukan dapat meningkatkan resiko,terutama pada usia menopause. Studi juga menemukan bahwa konsumsi rokok dan alkohol dapat meningkatkan resiko kanker payudara.
Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan melalui berbagai cara,diantaranya rutin melakukan SADARI atau Periksa Payudara Sendiri,pemeriksaan fisik payudara oleh dokter,skreening melalui pemeriksaan mammografi.
Dengan SADARI,seseorang harus meraba ada/tidaknya benjolah,baik yang sakit maupun yang tidak. Benjolan dapat menandakan adanya tumor.Walau tidak semua benjolan payudara berbahaya,namun jika ditemukan sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

SADARI sebaiknya dilakukan secara rutin sebulan sekali pada hari ke 7-10 dari menstruasi pertama,dan bagi yang sudah mengalami menopause,dilakukan pada tanggal yang sama setiap bulan.
Sedangkan mammografi,merupakan pemeriksaan jaringan payudara menggunakan sinar rontgen. Meskipun menggunakan sinar X,mammografi relatif amandan resikonya amat kecil karena menggunakan dosis radiasi yang relatif rendah. Keunggulan mammografi antara lain sangat efektif untuk mendeteksi secara dini kanker payudara bahkan sebelum teraba adanya benjolan pada payudara.
Mammografi dianggap sebagai senjata yang paling efektif untuk deteksi dini kanker payudara,sebab dapat mendeteksi hampir 80%-90% dari semua kasus kanker payudara.
Apa saja gejala-gejala kanker payudara ?

  • perubahan pada payudara atau puting payudara
  • adanya benjolan yang teraba keras,mungkin disertai nyeri
  • adanya perubahan pada ukuran payudara
  • terdapat retraksi (tarikan ke dalam) pada puting payudara
  • perubahan  kulit disekitar payudara dan puting,mungkin merah,bengkak,berkerut seperti kulit jeruk
  • adanya (discharge) cairan yang keluar dari puting payudara

Apabila ditemukan salah satu gejala tersebut segera konsultasikan dengan dokter.

Sebagian besar penderita kanker payudara datang kedokter sudah dalam stadium lanjut. Hal ini diakibatkan oleh beberapa faktor antara lain keengganan untuk melakukan pemeriksaan dini,atau karena kurangnya pengetahuan mengenai penyakit ini. Padahal makin tinggi stadiumnya maka kemungkinan sembuh akan turunn hingga 15 persen.

Pengobatan kanker payudara sendiri meliputi operasi,terapi radiasi dan kemoterapi,serta hormonal terapi. Pemilihan jenis terapi ditentukan oleh stadium penyakit. Semakin rendah stadium penyakit saat dimulai terapi maka angka kesembuhan yang diperoleh akan semakin tinggi. Mengingat mahalnya biaya yang harus dikeluarkan pada pengobatan kanker payudara dan rendahnya angka kesembuhan pada stadium lanjut,maka melakukan deteksi sedini mungkin terhadap gejala penyakit ini menjadi sangat penting.

Melakukan SADARI secara rutin dan pemeriksaan mammografi adalah cara terbaik untuk mendeteksi kanker payudara secara dini pada wanita,sehingga dapat mengurangi resiko kematian akibat kanker payudara.

Bagi mayoritas orang,vonis kanker payudara berarti akhir dari segalanya. Namun kemajuan teknologi medis memungkinkan kanker bisa dideteksi lebih awal dan penyebaran sel kanker bisa dihambat lebih cepat sehingga usia harapan hidup pun lebih panjang.

Disamping deteksi sedini mungkin, dengan mammografi,bila pada stadium yang masih awal anda telah bisa menemukan adanya benjolan tumor yang diduga awal dari kanker payudara,jus tahitian noni adalah terapi alami yang telah teruji mampu menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker dengan memutus pembuluh darah yang menuju ke sel-sel kanker,sehingga kanker akan bisa dihentikan sebelum terlambat.

Jus tahitian noni juga telah terbukti mampu melakukan regenerasi sel-sel yang mengalami kerusakan akibat kanker,sehingga dapat memulihkan kembali sel-sel jaringan payudara agar kembali sehat dan tumbuh dengan baik. Maka bagi wanita yang mengalami keluhan gejala-gejala kanker payudara,segeralah untuk mengonsumsi jus tahitian noni dengan dosis yang tepat,sehingga bahaya kematian akibat sel kanker bisa segera dihentikan.

Tags » «

Topic Yang Berhubungan :

Trackback: Trackback-URL | Comments Feed: RSS 2.0
Category: Noni untuk kanker, PENDAPAT PARA AHLI

You can leave a response.

Leave a Reply