Toxoplasmosis Pengarui Kesehatan Reproduksi
Friday, May 07th, 2010 | Author: noni
Binatang piaraan atau hewan kesayangan seperti kucing,seringkali membuat isi rumah menjadi lebih semarak. Namun hidup bersama hewan piaraan juga harus hati-hati. Karena itu,selain menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga,hewan kesayangan yang juga menjadi anggota keluarga,harus dijaga kesehatannya. Sebab,binatang seperti kucing,merupakan hospes utama toxoplasmosis gondii,demikian pula binatang memamah biak lainnya.
Termasuk manusia,juga sebagai hospes perantara toxoplasma. Dan yang perlu diwaspadai,toxoplasmosis ini dapat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi,sehingga pencegahan merupakan langkah terbaik.
Toxoplasmosis merupakan penyakit infeksi akibat adanya invasi toxoplasma gondii yang merupakan protozoa interselular obligate. Penyakit ini ditemukan secara luas di seluruh dunia pada beberapa spesies manusia dan burung. ewan seperti kucing (Familia Falidae) merupakan hospes definitif.
Angka toxoplasmosis di seluruh dunia bervariasi di seluruh dunia . Di Amerika Serikat sekitar 20-30%,sementara di negara-negara berkembang angka kejadiannya lebih tinggi mencapai 80%. Gejalanya menyerupai penyakit ringan,antara lain demam,limfadenopati cervical,nyeri kepala,nyeri telan,rash pada kulit,nyeri otot,hepatosplenomegali dan atycal lymphocytosis.
Penyakit toxoplasmosis disebabkan oleh parasit hewan menyusui seperti kucing,kerbau,kuda dan sebagainya. Penularannya pada manusia bisa lewat mulut,masuk bersama makanan,transfusi darah,atau suntikan yang kemungkinan ditularkan lewat petugas yang teledor.
Media penularan yang lain antara lain setelah menelan kista dari daging setengah matang atau tidak dimasak secara sempurna,serta menelan ookista dari makanan atau air yang terkontaminasi oleh kucing.
Masa inkubasinya antara 1-2 minggu dan sebagian besar insfeksi asimptomatik atau tidak bergejala dan sekitar 10-20% simptomatik. Siklus kehidupan toxoplasmosis bisa diawali dari tinja kucing yang mengeluarkan toxoplasma berupa ookista yang membentuk sporozois dan tetap infeksisun dalam tanah. Kemudian tanah yang terkontaminasi tinja kucing menyebabkan infeksi pada tikus dan burung. Kista hidup menetap di jaringan tikus dan burung. Dari binatang ini kembali reinfeksi pada kucing. Tanah juga merupakan sumber infeksi untuk binatang ternak.
Siklus terus berlangsung saat manusia memakan daging mentah atau setengah matang yang terinfeksi kista. Penularan pada manusia melalui makanan,minuman serta pasir kucing yang yang terkontaminasi. Penularan juga bisa langsung dari ibu ke janin melalui plasenta dan pada tubuh manusia kista ditemulan pada jaringan otot,jantung,otak dan mata.
Secara umum,pencegahan toxoplasmosis yang berpengaruh pada kesehatan reproduksi atau ibu amil antara lain,jangan makan daging mentah atau setengah matang. Tinja binatang piaraan atau hewan kesayangan hendaknya dibuang ke kloset,dibakar atau diberi antiseptik. Tak kalah pentingnya mencegah kontaminasi dengan makanan dari lalat dan kecoa. Biasakan pula mencuci tangan sebelum makan dan setelah memegang daging mentah.
Bila berkebun sebaiknya memakai sarung tangan. Sayuran dan buah dicuci bersih sebelum dikonsumsi. Tindakan screening pada remaja yang akan melakukan pernikahan dan pengobatan sebelum terjadinya kehamilan juga perlu diutamakan.
Kemudian hal yang penting pula,adalah menjaga daya tahan dan stamina tubuh sehingga mampu menangkis serangan kuman dari luar. Konsumsi jus tahitian noni secara teratur setiap hari akan mampu menangkal infeksi akibat bakteri toxoplasma ini. Kandungan zat gizi pada buah noni,telah terbukti mampu menangkis berbagai infeksi bakteri dan virus yang bisa merusak kesehatan.
Anda ingin mencoba khasiat nya,silahkan lakukan pemesanan di sini!

