Home

Vaksinasi Dan Jus Noni Cegah Kanker Serviks

Tuesday, July 28th, 2009 | Author: noni

Kanker serviks bisa menyerang setiap wanita yang aktif melakukan hubungan seksual. Penyakit ini merupakan pembunuh yang perlu diwaspadai. Di dunia,setiap 2 menit seorang wanita meninggal akibat kanker serviks. Sedang di Indonesia,setiap satu jam seorang wanita meninggal karena kanker serviks.

99,79% kanker serviks disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV). Penularan HPV terjadi melaluikontak seksual. Lebih dari 70% penderita memeriksakan diri dalam stadium lanjut (data Yayasan Kanker Indonesia YKI) sehingga menyebabkan kematian.

Setiap wanita yang aktif secara seksual kemungkinan pernah terkena HPV. Dari terkena kanker inveksi hingga menyebabkan kanker memang tidak seketika. Butuh waktu bertahun-tahun,2-10 tahun.

Adapun kelompok yang termasuk resiko tinggi adalah wanita yang punya lebih dari 1 pasangan seksual. Atau wanita yang pasangan laki-lakinya punya lebih dari 1 pasangan seksual.

Kanker serviks menjadi beban kesehatan baik secara fisik,psikis ,ekonomi maupun sosial. Sebab itu,sebelum terserang penyakit mematikan ini pencegahan perlu dilakukan. Untuk mencegah kanker serviks hanya bisa dilakukan dengan vaksinasi.

Vaksinasi adalah proses memasukkan kuman yang sudah dilemahkan agar tubuh terpacu membentuk antibodi. Selain antigen (virus) dalam vaksinasi juga dimasukkan adjuvent yaitu zat tambahan agar tubuh dapat membentuk antibodi yang lebih tinggi untuk melawan virus yang masuk. Secara alamiah setiap kali ada inveksi tubuh akan membentuk antibodi,tetapi jumlahnya tidak banyak. Padahal untuk menangkal agar virus tidak masuk ke dalam tubuh dibutuhkan antibodi dalam jumlah banyak.Vaksinasi HPV ini dilakukan hingga 3 kali. Dengan jadwal 0,1,6. Artinya bila vaksinasi pertama dilakukan bulan Juni,maka vaksinasi kedua pada bulan Juli dan ketiga pada bulan Desember. Proses vaksinasi dengan disuntikkan melalui lengan. Biasanya memang ada efek samping seperti rasa pegal dan demam.

Mengenai biaya vaksinasi HPV memang cukup mahal,sekitar Rp 700.000 sekali suntik. Harga tersebut sudah jauh lebih murah dibanding pertama kali vaksin tersebut dikenalkan. Vaksin HPV baru masuk ke Indonesia sekitar 1,5 tahun yang lalu.

Usia berapa vaksinasi sebaiknya dilakukan? ternyata,vaksinasi HPV tidak hanya diperuntukkan  bagi wanita yang sudah aktif secara seksual. Perempuan yang masih perawan pun perlu mendapatkan vaksinasi. Vaksinasi dapat dilakukan pada usia 12-55 tahun. Target utama vaksinasi adalah remaja putri yang belum aktif secara seksual. Sedangkan target sekundernya yang sudah aktif melakukan hubungan seksual.

Namun vaksinasi saja ternyata belum cukup untuk melakukan pencegahan secara efektif. Bagi wanita yang sudah aktif secara seksual sebaiknya juga menjalani papsmear sebagai langkah pencegahan sekunder. Namun bagi wanita yang belum aktif secara seksual papsmear tidak diperlukan. Papsmear adalah metode pemeriksaan dengan cara mengambil sel-sel dari permukaan serviks dan diperiksa apakah ada sel-sel abnormal. Sel abnormal ini masih bisa diobati sebelum berkembang menjadi kanker. Papsmear sebaiknya dilakukan 3 tahun setelah aktivitas seksual yang pertama. Kemudian setiap tahun sampai usia 30 tahun. Selanjutnya 2-3 tahun jika hasil tes normal.

Meski tidak merasa sakit,papsmear tetap diperlukan. Sebab abnormalitas kecil pada serviks yang terdeteksi melalui papsmear masih dapat diobati sebelum timbul gejala. Jika sudah timbul gejala,kemungkinan sudah sangat terlambat.

Tindakan preventif lain yang ampuh menanggulangi tumbuh dan berkembangnya sel kanker adalah mengkonsumsi Jus Tahitian Noni,Jus dari buah-buahan Noni segar Kepulauan Tahiti. Jus ini telah terbukti secara ilmiah mampu menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker dengan cara memutus dan membunuh jaringan darah yang menuju ke sel-sel kanker. Dengan demikian bila keberadaan sel-sel abnormal ini bisa terdeteksi sejak dini,maka akan semakin mudah ditumpas oleh kandungan zat pembunuh sel kanker yang kaya tersimpan dan jus tahitian noni ini.

Jus tahitian noni,akan menghasilkan efek yang nyata bila dikonsumsi secara kontinyu setiap hari sebanyak 30mL. Hal dan bisa ditambah dosisnya untuk efek yang lebih kuat sesuai hasil konsultasi dari dokter. Konsumsi jus segar  dari buah noni ini tidak akan membahayakan tubuh karena semua komposisi terbuat dari bahan alami tanpa campuran kimia yang bisa membahayakan fisik.

Jadi silahkan anda coba untuk mengkonsumsi jus tahitian noni ini secara teratur sebagai tindakan preventif pencegahan kanker yang mematikan. Untuk order silahkan klik disini!


Topic Yang Berhubungan :

Trackback: Trackback-URL | Comments Feed: RSS 2.0
Category: Noni untuk kanker

You can leave a response.

Leave a Reply